Celestial Bureaucracy ~ Redux
Thursday, March 31st, 2005.
BGM: Round Table - "Chocolate"
Mood: *lazy* *busy* *panic*
.
(Sebenernya ada versi lain dari entry ini, tapi kemudian gak jadi dipublish karena kedengerannya terlalu pompous dan snob, which is flame-bait materials in the internet >_> Lagipula versi pertamanya blom 100% selesai ditulis karena (1) terlalu banyak pengantar dan blah3 (2) cache pikiran sebagian besar masih dipake buat UTS yang makan resource gede. Jadi daripada bikin entry sok-analisis atawa analisis jadi2an tapi gak selesai2, mending langsung selesaiin satu entry sederhana yang sekedar memancing pertanyaan untuk membuka jalan analisis lebih lanjut dari yang lain…kayak ada yang mau merhatiin aja =_=. I hope this won’t attract those intolerant, closeminded christian fundamentalists…)
.
Did I mention ‘christian’? Yes, you know where this entry will go. Semuanya bermula dari misa Jumat Agung hampir seminggu yang lalu. I noticed something fishy while listening to the sermon. Ok guys, now open your nearest source of bible (www.bible.com *wink2*) and open Exodus 12:8. Yg ini dikutip dari versi LAI (Indonesianya)…and yes, I DO have a hardcopy bible beside me =_=:
.
"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan kujatuhkan hukuman, Akulah, Tuhan."
.
Ngeliat sesuatu yang menarik? YHWH (for specification sake, buat pembaca yang merasa punya Tuhan yang beda) mengatakan bahwa ia akan menghukum semua allah (with no capital) di Mesir. We’ll assume that allah Mesir yang dimaksud di sini adalah dewa2 (waktu itu jaman monoteisme Amon-Ra apa bukan ya?) Mesir yang kita kenal sekarang. Tentu saja, kita yang sekarang menganggap mitologi Mesir adalah, hanya sekedar itu, mitos, yang dari definisinya bisa safely assumed sebagai sesuatu yang tidak nyata dalam arti literalnya. Dan orang yang mempercayai Kristianitas sebagai agama yang monoteis tentunya hanya percaya bahwa hanya ada satu Tuhan yang nyata, yaitu YHWH yang mereka sembah.
.
The interesting thing is, YHWH sendiri menyatakan dalam kitabnya yang ia bikin sendiri (tentu saja, jika kita tidak menganggap Pentateuch disusun oleh bbrp puluh orang yang tidak saling mengenal selama bbrp ribu tahun, dengan adaptasi dari agama pagan dan Zoroastrianism), bahwa, other gods, other deities, exist. Sekarang saya jadi membayangkan sebuah birokrasi langit, dimana setiap Tuhan dan dewa (beserta aliansi2nya) punya teritori wilayah dan bangsanya masing2. Dan suasananya tak pernah selalu damai dan tenang, dimana para dewa arisan atau main golf bersama. It’s so much like politics and war. Ada invasi, bunuh2an, saling tackling, dan segala manuver lainnya. Maka skenario ketika aliansi dewa Mesir membiarkan bangsanya memperbudak bangsa Israel, sehingga YHWH sebagai pemilik bangsa yg diperbudak menyatakan perang kepada aliansi dewa Mesir, menjadi mungkin. Mungkin para penganut politeisme itu benar sejak awal. Atau mungkin malah penganut gnostic-lah yang benar (I suggest you google the keyword "gnostic" or "gnosticism" to see how the first-age christian heretics saw this kind of celestial bureaucracy), bahwa mereka semua itu hanyalah sekedar demiurgos alias demigod, dan ‘the supreme god’nya masih tersembunyi entah dimana.
.
DISCLAIMER: As I said earlier, entry ini adalah interpretasi yang lemah banget dasarnya, dan dibuat tidak dengan tujuan untuk menyerang keabsahan alkitab sebagai wahyu Tuhan (yang tidak bisa diganggu gugat) dari segi content maupun tatabahasa. Jadi buat yang punya pengetahuan interpretasi dan sejarah alkitab yang lebih kuat, silakan membetulkan interpretasi di atas secara ilmiah (jangan dilawan dengan teologi dogmatis >_<), untuk mencegah timbulnya ‘davincicode’itis pada orang2 yang terlalu gampang disuapin ‘fakta2′ yang kontroversial tapi dasarnya lemah (seperti entry ini?) >_>
.