POPsy! - Jurnal Psikologi Populer

May 8th, 2007 by catshade

Teman2, gw sedang meluncurkan blog baru, judulnya POPsy! -Jurnal Psikologi Populer. Jadi blog ini (dan tiga blog lama di pitas dan blogger) di-hiatuskan dulu supaya konsentrasi gak terpecah. Silakan dikunjungi di sini, dan buat anak2 psikologi, ditunggu kontribusinya :)

On Memories & Identities

August 12th, 2006 by catshade
.
A man awakes to find himself lying by the side of a desolate
country road. As he regains his bearings, he discovers that he has no
memory of who he is or how he came to be there. As he stumbles about
unsure of himself, a genie appears beside him and says "What is your
third wish, master?"
Confused, the man asks "Who are you and why can’t I remember anything?"
"I am your genie," the genie replies. "You are here because your
second wish was to forget who you are and to be taken far away from
everything you once knew. Now, my master, what is your third wish?"
"My third wish," answers the man, "Is to remember everything about who I am."
The genie laughs.
"What’s so funny?", asks the man.
The genie replies, "That was your first wish."
.

Friends 4Eva, Fo’ Sho’!

May 30th, 2006 by catshade

.
BGM: Kanye West - "Touch The Sky"
Mood: *bored* *tired* *elevated*

.
Huhuhu, mumpung libur sehari dipuas-puasin deh mengeksploitasi XP-chan, padahal besoknya ada UAS simultan dua ^^; *ditabok Phares-chan yang belum disentuh* Dari dua hari yang lalu gw kerjaannya download lagu melulu sampe maksa XP-chan begadang 72 jam (excluding occasional restarts & overheatings :P), mungkin ini permulaan dari kompensasi setelah puasa online 3 minggu kali ya? Ah, mungkin juga karena emang belakangan ini lagi demen banyak lagu2 yang IMHO bagus. Tadi download Arctic Monkeys (weird tunes…and beingBritish is a plus since it reminds me of Oasis & Blur a lil bit), Kanye West (satu dari sedikit hip-hop yg gw demen, mungkin karena pake choir dan instrumentasi piano, orkestra string, dan big band brass…a.k.a gak kyk hip-hop pasaran), Pizzicato Five (ini band J-Jazz agak jadul…love its techno/orchestra/big band brass mix, too), dan Phoenix (tertarik gara2 face validitynya di vidklip "Long Distance Call"…turns out to be decent)…gila, udah berapa puluh orang yang gw rugiin gara2 ‘ngebajak’ 4 album di atas? ^^; Yah, if only there’s an iTunes-like e-store yang bisa beli secara legal per lagu (ya salahin artisnya sendiri knp satu album gak semuanya enak2) untuk Indonesia, pasti gw langganin deh. Of course, that might not inapplicable for other Indonesians… >_>
.
Ah, terkait dengan judul entrinya…ini sebenarnya pemikiran gak penting sih yang tiba-tiba muncul hari ini. Gak tau kenapa malah pengen nulis yang ini, padahal sebenernya masih banyak pemikiran lain yang lebih penting (ini penilaian subjektif sih) yang bisa ditulis. But oh well, I’ll spit it out anyway. Tentunya pada tahu Hari Ibu, Hari Ayah (ini penemuannya perusahaan dasi (di Jepang) dan telekomunikasi (di AS) sih, tapi tetep gw masukin deh), Hari Anak-Anak, atau Hari Kasih Sayang (a.k.a Valentine’s Day) kan? Entah kenapa gw baru nyadar…kenapa gak ada Hari Teman/Sahabat ya? Apakah teman/sahabat sebegitu gak pentingnya buat dihargai dengan hari khusus? Even Jesus, Buddha, and Muhammad got their own appreciation day! But why there’s no love for our ordinary friends?
.
…*tiba2 muncul dorongan iseng u/ ngegoogle dan ngewikipedia "friendship days"*
.
Oh, ada toh ternyata –; *pembaca pada jatoh gedubrak* Sial, kenapa gak dari awal aja tadi muncul rasa penasarannya? –; Ternyata ada yang namanya International Friendship Days, yang dirayainnya setiap hari Minggu pertama di bulan Agustus (tahun ini jatuhnya di tanggal 6)…Gw heran kenapa hari itu blom dieksploitasi juga ama pembuat kartu ucapan dan barang2 hadiah lainnya? >_> Argh, gara2 itu entry ini kayaknya jadi makin gak penting buat diterusin T_T
.

Dan Aku Mulai Belajar Percaya - an interpretation

May 27th, 2006 by catshade

.
BGM: Mew - "Small Ambulances"
Mood: *tired* *indifferent* *serene*

.
Dan lebih jarang lagi cerita yang bisa membangkitkan proses kreatif gw, apalagi setelah proses kreatif tersebut tumpul dan terendap selama berbulan-bulan (bertahun-tahun?) lamanya. Damn you, Old Man, how clever (and amusing, as always) of you to convert and give me my talents back at the same time, leaving me no ammo whatsoever to criticize you –;. Oh well, it can’t be helped…>_> *shrugs* Selamat menikmati karya pertama gw setelah masa kekeringan inspirasi yang cukup lama :)
.

Dan Aku Mulai Belajar Percaya

.

Dan aku mulai belajar percaya

pada genggaman tangannya

Lembut, erat, dan bertenaga

Masih tersisa darah di sana

.

"Ayo, jalanlah terus," katanya

Dan aku mulai belajar percaya

pada kata-katanya yang setia

Kita akan selalu bersama, bukan?

.

"Tentu saja."

.

Dan aku mulai belajar percaya

padaNya

.

Dan Aku Mulai Belajar Percaya

May 27th, 2006 by catshade

.
BGM: Mew - "Small Ambulances"
Mood: *tired* *indifferent* *serene*

.
Gw sering ndenger, atau baca, cerita-cerita motivasional. Cerita-cerita yang biasanya beredar via e-mail berantai, via buku-buku pengembangan diri, renungan religius, dan media lainnya. Sebagian besar biasanya sudah nggak lolos seleksi duluan dari proses kognitif. Cuma sedikit yang bisa diteruskan ke proses afektif (atau dalam bahasa awamnya, ‘menyentuh hati’…bah, apa itu cuma gara2 gw-nya aja yang emotionally deprived & insensitive? –;) Dan lebih sedikit lagi yang bisa sampai ke proses spiritual gw. Ladies and gentlemen (and Atied ^^), I present you this beautiful story. Of course it’ll be Christian-centered, but heretics and unbelievers should also enjoy it for its literary merit…

.
Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat: seorang hakim yang mencatat kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambarnya, tetapi aku tidak mengenalNya.
.
Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.
.
Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi dan biasanya, hal itu tidak berlangsung lama. Tetapi saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya padaNya. Terkadang rasanya seperti sesuatu yang ‘gila’, tetapi Ia berkata, "Ayo, kayuh terus pedalnya!"
.
Aku takut, khawatir, dan bertanya, aku mau dibawa ke mana? Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, "Aku takut!" Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.
.
Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan dan mereka membantu menyembuhkan aku. Mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan dan perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.
.
Kemudian Yesus berkata, "Berikanlah hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya, jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita!" Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.
.
Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut. Ia menjadikan hidupku berantakan, tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam. Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi. Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat dan melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam, sementara terus mengayuh dan menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia, yaitu Yesus Kristus.
.
Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata: "Mengayuhlah terus, Aku bersamamu."
.

Back Again, Again, Again - part 2

May 26th, 2006 by catshade

.
BGM: Mew - "Small Ambulances"
Mood: *energetic* *playful* *indecisive*

.
Where were we? Ah ya, portable gaming…karena kebutuhan untuk ngegame dan keterbatasan alat pemenuhan kebutuhan itulah (of course, I don’t mean to underestimate you two *pats2 XP-chan & PS2-chan*), gw mulai mempertimbangkan untuk beli portable console. Considering how stingy and cheap ass I am, pilihan pertama jatuh ke GBA SP. Tentu saja, yang menjadi pertimbangan utama adalah kemampuannya memainkan ROM hasil download dari internet via flash cartridge (Yeah, sue me ^^;), dan juga tipe2 gamenya yang rata-rata easy pick & play di sela2 aktivitas, cocok buat situasi gw yang udah susah mendedikasikan 2-3 jam waktu khusus untuk ngegame. Udah agak mantep sih niatnya waktu itu, cuma terus2an tertunda gara2 ‘males’ ke toko buat belinya… apalagi gw seringkali bertingkah ‘clumsy’ (ini cuma self-perception sih, gak tau benernya gmn) di tempat2 layanan publik, jadilah terkubur itu proposal pembelian SP sama seperti mp3 player…sampai seseorang ‘nyomblangin’ gw dengan DS-chan >_>. Meet Ian, the merchant of our psych. faculty; tukang dagang DVD and other entertainment (and occasional accessories) stuffs. Dialah yang memperkenalkan gw hands-on dengan DS-chan, juga flash cartridge buat memainkan ROM DS DAN GBA-nya *evil snickers (dasar orang Indonesia!)* Belum lagi tawaran paketnya yang sangat menarik, since it cuts 30% off my initial budget. Thus, I’m sold ^.^…sekarang, setelah kira2 tiga mingguan bersama DS-chan, I can really say I’m satisfied with her performance. At last, I can relieve my gaming needs again, unhindered, unchallenged, uncompromised *terharu* T_T *pyuk2 DS-chan*

.

Back Again, Again, Again - part 1

May 24th, 2006 by catshade

.
BGM: Arctic Monkeys - "When The Sun Goes Down"
Mood: *elevated* *ecstastic* *tired*

.
Akhirnya bisa online lagi XD *glundung2an keliling laptop* Ah, the story? Hunnn…kira2 3 minggu yang lalu internet gw mogok beraktivitas; bisa nyambung sih, cuma modem kabelnya ogah mengirim dan menerima data –; Setelah ngecek surat tagihan dan nelpon kantor Indosatnya, somehow bayaran bulan kemarin belum masuk ke mereka…and further investigations indicated that BCA (bayarnya lewat ATM) didn’t even transferred the money from my mom’s bank account –; Lalu gw-lah yang ditugasi mengurus masalah itu, yang gak sesederhana kelihatannya karena di sisi lain gw (saat itu) masih SANGAT (I can’t emphasize enough how meaningful this capitalized word is >_>) disibukkan oleh tugas-tugas kuliah. Sempet sih waktu itu bolos Psikomet sehari buat ngecek ke bank, tapi akhirnya malah belok jadi buka tabungan baru, berhubung rekening yang lama (mom minta gw transfer ulang via rekening sendiri) masih pake tanda-tangan SMP yang…euh, dibuat tidak dengan pertimbangan yang cukup matang >_>. Jadi gak sempet ngecek sih apa duitnya sudah ditransferkan bank dari rekening gw (yang lama), tapi kayaknya sih nggak, berhubung nominal saldo juga masih segitu2 aja. ‘Oh well, berhubung masih banyak kerjaan, ya ntar aja lah diurusin lagi kalo ada waktu luang,’ begitu mikirnya waktu itu. Lah, gak terasa udah 3 mingguan tanpa internet, gak kenapa-napa tuh…gak sakaw atau gimana gitu (tuh kan, gw bukan se-internet addict yang kalian kira) ^^;…Atau mungkin karena kebetulan (dan ‘untungnya’) tugas lagi BANYAK (still with the same emphasis >_<) kali ya, jadi nggak sempet mikirin Wired (lha wong pulangnya aja udah jam 8-9an)? Atau…atau…karena ada DS-chan~! XD Btw, mungkin akhirnya mom yang nerusin ngurus bayar2nya, dan sekarang udah bisa ngenet lagi. Sekarang gw mau cerita tentang DS-chan ^.^ *elus2 DS-chan*
.
Sebagai gambaran awalnya, gw orang yang sangat pelit. Bukan karena kekurangan duit, bukan; bahkan menurut gw, gw orang yang kelebihan duit (ini relatif lho ya kalau dikaitkan dengan kebutuhan per-individu). Duitnya pun hasil kerja orangtua. Tapi mungkin justru karena itu: karena itu adalah duit hasil keringat orang lain yang gw dapet secara cuma2, sayang dan ‘gak menghormati yang udah ngasih’ kalo dengan mudah dipake gitu aja. Maka terbentuklah gw sebagai konsumen yang penuh pertimbangan (dan penyesalan :p) ketika mau membeli sesuatu. Jangankan buat barang yang mahal, buat beli makan siang atau panganan kecil di kampus aja gw masih mikir gini kok: kalau masih bisa bawa gratis dari rumah, buat apa bayar? ^^; Maka jadilah gw tampak seperti orang yang berkekurangan, terutama untuk barang2 high-involvement entertainment *lirik XP-chan yang udah lansia dibanding laptop temen2 yg lain* (Btw, barang2 hadiah ortu kyk mobil dikecualikan dari sini ya? :P) Padahal di sisi lain gw juga adalah konsumen yang pemimpi untuk barang2 semacam itu. MP3 player misalnya, udah dari kapan tau pengennya. Bisa sih minta orangtua, tapi gw paling anti sama yang kayak gitu (karena ada skema altruistik-tapi-naifnya: mungkin duitnya bisa dipake buat hal2 lain yang lebih penting, kayak bayar sekolah adik gw…yeah, right), jadi ya mesti mengandalkan tabungan. Nah, untuk menggebok minimal  2 juta dari tabungan itulah yang bikin gw overconsideration, apalagi gw dekat dengan komunitas geek/nerd di Wired, dimana segala komplain mengenai produk yang paling berkualitas sekalipun membuat kita mikir apakah agen iklan, promosi, dan pemasarannya dipaksa bekerja dibawah todongan senjata untuk mbohongin konsumen. Maka masih tertundalah masalah pembelian MP3 player itu sampai sekarang ^^; Lha kok ujug-ujug malah bisa nyantol dengan gampangnya sama DS-chan?
.
*pindah paragraf baru biar yang baca, kalau ada –;, gak jungkir balik matanya* Ummm, sebagai gambaran awalnya (lha, kok gambaran awal terus? >_<), gw adalah seorang niche gamer. Bukan tipikal penggila game kasual (meski sebenernya fine2 aja sama genre itu) seperti Zuma, Bejeweled, Diner Dash atau yang semacamnya. Bukan juga tipikal penggila game sosial (karena emang bukan minatnya, atau biayanya yang mahal) seperti WE, CS, DoTA, RO, dan MMORPG lainnya. Gw demen RPG (D&D, turnbased, atau strategy), puzzle, dan point-and-click adventure; juga demen game2 lama di sistem SNES dan portabel di GBA. Dan biarpun gw sebenernya fine2 aja nggak main game selama beberapa minggu, setiap ada waktu luang (a.k.a saat2 gak ada tugas) selalu gw sempetin main. Nah, masalahnya di rumah cuma ada dua pemutar game: PS2-chan ama XP-chan (buat game PC & emulasi SNES, PSX, dan GBA). Things got more intricate karena PS2-chan bukan punya gw, dan diletakkan di kamar adik gw, sehingga agak susah main PS2 sesuka waktu dan durasinya. Main di XP-chan? Bisa sih, asal istirahat tiap 10-15 menit sekali, berhubung XP-chan suka epilepsi kalau lagi ngejalanin program emulasi yang resource-hog –;. Lalu ada masalah portabilitas juga. Berhubung beberapa waktu yang lalu BANYAKNYA tugas membuat gw jadi lebih sering berada di kampus, ada saat-saat bengong  dimana gw belum ada kerjaan, kuliah juga masih agak lama, dan ada impetus pengen main untuk rehat dan refreshing sejenak. Tapi kok rasanya gak efisien ya kalo mesti cari colokan buat laptop dulu, dan itupun cuma bisa buat main nonstop 15 menit? So I started to look into portable gaming…

.
*lirik wall of text di atas* Kok kesannya gw cerewet dan ember banget ya? –; Apa ini emang bener2 katarsis karena udah terlalu lama gak nulis? Tuh kan Tied, ini akibatnya kalo gw nulis dulu  gak pake mikir ^^; Hmmm…mungkin ntar dilanjutin di entry baru aja kli ya…>_>
.

Picture of the Week #05

April 27th, 2006 by catshade

.
BGM: Utada Hikaru - "Wings"
Mood: *capek* *ngantuk* *kesel*

.
Nggak biasanya hari-hari belakangan ini sangat panas dan sekaligus juga sering hujan gede. Apa udah mau musim peralihan ya? Dunno, it seems that the transition phase always bring catastrophes and calamities to anyting, or anyone who experience it. New roles, new responsibilites, new power, new environment, new people, new patterns, new consequences, new knowledge, new faith, new feelings, new love; the newly-opened possibilites of perception is endless. Then it is understandable if we suddenly become an alien of ourselves: fear, doubt, confusion, uncertainty, anxiety, desperation, fixation, regression, null, void. How long can we bear all the mistakes we made along the road? …and how long will I babble like this while I have oh-so-many things to do? –; *snaps back to reality* oh dear, thank god I haven’t cut my wrist…yet. :D

.

1142089292271





.

Picture of the Week #04

April 18th, 2006 by catshade

.
BGM: Straightener - "Discography"
Mood: *capek* *mumet* *seneng*

.
Sepertinya belakangan ini lagi musimnya jatuh cinta, naksir2an, dan kejar mengejar ce/co ya? Apa gw aja yang baru nyadar setelah di-nudge2 ama orang lain? Atau…jangan2 ini perwujudan mekanisme displacement dari tidak terpenuhinya kebutuhan akan support dan perhatian akibat tekanan-tekanan akademis yang makin meningkat? *woi, sendirinya proyeksi gini ^^;* Ah, setelah barusan saja berinteraksi dengan beberapa dari mereka, ternyata orang yang lagi jatuh cinta itu lucu (as in, imut) juga ya? XD Those starry eyes, fluffy tones, flowery hearts…lama2 bisa diabetes juga (too much sweet contents) kalo keseringan bergaul dengan mereka :p Anyway, here’s a pic for you people ^-^
.
1144590579092

.
Buat yang masih malu2 ngucapinnya, just say it dammit! XD
.

Picture of the Week #03

April 11th, 2006 by catshade

.
BGM: -
Mood: *panic* *lazy* *anxious*

.
THE DREADED ASSIGNMENTS ARE BACK! *dun dun dunnn*
.
1141480629218


.